Posted in Nasabah-Ku

Bapak Helmawan di Tangerang:Asuransi Jiwa Uang Pertanggungan Rp 1Miliar,untuk Keluarga Tercinta

1

Bapak Helmawan di Tangerang
Profile nasabah saya kali ini adalah Pak Helmawan, Seorang Suami yang
sangat mencintai keluarganya. Beliau memiliki 2 orang anak usia 9 thn,
dan 7 tahun, Profesi Istri adalah Ibu Rumah tangga ( tidak bekerja).
Sumber Penghasilan keluarga satu satunya berasal dari Pak Helmawan.
Sebagai salah satu wujud Kepedulian beliau terhadap Masa Depan Keluarga, Bapak Helmawan membeli asuransi jiwa Uang Pertanggungan Rp 1 Miliar.

Apakah Istri Pak Helmawan mendoakan suami tercinta supaya cepat
meninggal? Tentu Tidak.
Pak Helmawan Membeli Asuransi Jiwa Rp 1 Miliar untuk diri nya sendiri
tujuan nya untuk Jaga jaga.
Dalam Perjalanan Hidup, ada saja Peristiwa tidak diinginkan terjadi
di luar dugaan.
Karena hidup ini penuh ketidakpastian, musibah kehidupan selalu ada
setiap saat, tanpa kenal usia.
Oleh karena itulah, Pak Helmawan mengambil langkah Pencegahan dari
sisi Dampak Financial dengan membeli asuransi jiwa Uang Pertanggungan
Rp 1 Miliar.
Artinya , Maaf jika terjadi sesuatu kepada Pak Helmawan ( dipanggil
Tuhan), maka Istri tidak langsung Kehilangan Penghasilan suami,
sebab sudah ada klaim dari asuransi sebesar Rp 1 Miliar sebagai Uang
Pegangan yang sifat nya Uang Tunai diserahkan kepada Istri untuk melanjutkan hidup bersama anak, sehingga kehidupan Istri dan anak anak nya tidak sulit dan tetap terjaga standard hidupnya.
Membeli asuransi jiwa = Membantu memberikan ketenangan pikiran 🙂
Terima kasih kepada Pak Helmawan yang telah berkenan berbagi kisah
Inspiratif dan Edukasi ini kepada para Pembaca melalui Blog saya ini 🙂

Noted: Bapak Helmawan Memilih Asuransi Jiwa Murni Termlife ProActive Plus ( Non Unit Link) sebagai Mitra dalam melindungi masa depan keluarga:)

 

 

 

 

 

Posted in Tips

Anda Ibu Rumah Tangga? Pastikan Suami Punya Asuransi Jiwa

Bukan satu kali. Bukan dua kali. Berkali-kali saya bertemu dengan klien dengan profesi sebagai ibu rumah tangga.

Setiap kali bertemu dengan para ibu ini saya pun deg-degan.

Bukan.

Saya bukan hendak memulai debat sebaiknya ibu di rumah atau bekerja.

Saya bertugas memeriksa keuangan para ibu ini. Yang saya temui adalah skenario yang kurang baik.

Jika Anda seorang ibu rumah tangga – tidak bekerja – tidak punya penghasilan, maka Anda harus waspada pada satu hal. Jika Anda tidak memiliki kemampuan untuk menghasilkan uang, maka Anda termasuk golong yang sangat vulnerable jika terjadi sesuatu pada sumber penghasilan utama Anda.

Siapa sumber penghasilan utama Anda? Suami!

Nah jika terjadi sesuatu hal – seperti meninggal dunia – pada suami Anda, maka hidup Anda dan anak-anak akan mengalami masa sulit. Untuk seorang ibu rumah tangga kembali bekerja dan memiliki penghasilan seperti suaminya, tentu membutuhkan waktu. Padahal Anda perlu penghasilan segera.

Sekarang, waktunya Anda membongkar semua polis asuransi yang ada di rumah.

AYO KITA CEK!

POLIS ASURANSI – ini semacam kontrak kesepakatan antara Anda dengan perusahaan asuransi. Bentuknya biasanya seperti buku. Coba cari di dalam lemari!
PREMI – besarnya biaya yang dibayarkan oleh pemilik polis ke perusahaan asuransi. Biasanya nasabah tahu berapa yang dibayarkan tetapi tidak mengetahui apa saja manfaat yang akan diterima.
TERTANGGUNG – Siapakah nama yang tertera sebagai TERTANGGUNG dalam polis asuransi? Seharusnya nama ini adalah nama dari orang yang menjadi pemberi nafkah utama keluarga, yaitu: nama suami! Hati-hati jika nama yang tertera adalah nama Anda si ibu rumah tangga, atau nama anak!
UANG PERTANGGUNGAN – jumlah uang yang diberikan oleh perusahaan asuransi jika si TERTANGGUNG meninggal dunia. Cek jumlahnya apakah cukup signifikan?
BENEFICIARY – orang yang dinyatakan berhak menerima UANG PERTANGGUNGAN jika TERTANGGUNG meninggal dunia. Ada lho istri yang gak tahu siapa beneficiary asuransi jiwa milik suaminya. Uhuk.
Mudah-mudahan ini bisa membuat para ibu rumah tangga (juga para suaminya) memikirkan kembali betapa pentingnya punya asuransi jiwa sesuai kebutuhan proteksi. Ayo beli asuransi jiwa untuk para suami.

sumber: www.qmfinancial.com