Posted in Artikel

Tradisi Kebudayaan yang Menelan Biaya Fantastis

FB_IMG_1525416707687

Hi semua..

kali ini saya akan mengulas salah satu kisah nyata yang saya temui di lapangan sepanjang saya bekerja di industri asuransi ini.

Beberapa tahun terakhir ini cukup banyak yang minta bantu dibuat asuransi untuk orangtua nya. Setelah beberapa kali pertemuan, saya mendapat informasi mengapa nasabah nasabah ini membuat asuransi jiwa untuk orangtua nya.

Untuk beberapa Tradisi Suku di Indonesia, ternyata apabila orangtua (maaf) tutup usia, biaya yang dikeluarkan sangat besar.  Untuk biaya Adat, Acara Pemakaman, Sewa Rumah Duka, Catering, biaya Transport, Ongkos Pesawat, apabila harus dibawa ke kampung halaman/tanah leluhur), dan lain lain.

Saya juga baru tahu dari nasabah saya yang bercerita, khususnya untuk sewa Rumah Duka, fasilitas terdiri dari banyak pilihan. Ada yang Ruang VIP, Ruang Ber AC, dan fasilitas Pendukung lain nya, akan mempengaruhi Harga yang akan di bayar. Belum lagi biaya untuk beli tanah pemakaman ( Jika di makamkan di tempat yang bagus) Biaya  biaya ini  harus dibayar cash. Tentu harus ada Dana Liquid untuk menyelesaikan semua pembayaran ini.

Secara spesifik salah satu contoh, untuk suku Batak  biaya adat istiadat ketika orang tua tutup usia, umum nya menghabiskan biaya yang tidak sedikit, di Budaya Batak sering disebut Biaya Adat Saurmatua.

Terakhir saya pernah mendengar untuk biaya pemakaman dan adat istiadat seorang kerabat, apalagi dikebumikan dengan Upacara upacara adat yang cukup lengkap, bisa menghabiskan biaya Rp 80  juta an .

Yang menanggung biasa sebesar itu siapa ? otomatis keturunan (keluarga) yg ditinggalkan. Sementara keluarga yang ditinggalkan juga memiliki kebutuhan hidup dan butuh dana untuk melanjutkan hidup.

Bahkan saya tidak jarang mendengar, sering terjadi perselisihan antar anak-anak yang ditinggalkan, siapa yg akan menanggung biaya  yang besar tersebut.

Berangkat dari pengalaman ini, nasabah saya mencari solusi dengan membuat asuransi perlindungan jiwa terhadap orangtua nya.

Maaf, bukan bermaksud mendoakan agar Orangtua di panggil Tuhan.. tapi yang namanya musibah tidak tahu kapan datang.. lebih baik membuat langkah pencegahan dari sisi Pengeluaran biaya yang akan membludak. Karena hidup juga kudu realistis:)

Artinya,  nasabah saya ini berjaga jaga dengan cara yg bijaksana. Mengalihkan beban adat istiadat, biaya pemakaman yg mahal tersebut ke perusahaan asuransi.

Hanya dengan menyisihkan Rp 500 ribu per bulan, orangtua nya sudah tercover asuransi jiwa dgn uang pertanggungan  (Santunan) sebesar Rp 300 Juta.

Yang artinya, jika tiba-tiba Orangtua dipanggil yang Kuasa, akan cair uang sebesar Rp 300  Juta dari klaim asuransi Manulife utk menutupi biaya adat,biaya pemakaman, Membayar Hutang Usaha ( JIka ada) , Membayar Biaya Pengobatan ,dan pengeluaran lainnya.

Kita tetap berharap dan berdoa orangtua  sehat panjang umur, tetapi umur tidak ada yg bisa memprediksi. Jika tiba tiba terjadi musibah tutup usia terhadap orangtua nasabah saya ini, secara finansial beliau sudah dibantu diringankan oleh klaim asuransi Manulife.

Semoga sharing ini bermanfaat menambah pengetahuan tentang semakin berkembangnya manfaat asuransi jaman sekarang:)

Berikut contoh Ilustrasi Asuransi Jiwa Untuk Orangtua

  • Profil Wanita usia 60 tahun, Tidak Merokok
  • Benefit Santunan (Uang Pertanggungan Jiwa) Rp 300  Juta
  • Premi Sebulan Rp 500 ribu atau Rp 6 Juta per tahun

_20180504_152236-01

Jika anda tertarik dengan program ini, silahkan isi data data form online berikut:

Regards,

Rolan Lumbanraja (OLa)

Avatar

Author:

-Bisnis Manager PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia domisili Jakarta Selatan -WA 081361606623

One thought on “Tradisi Kebudayaan yang Menelan Biaya Fantastis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *