Dear Bapak Ibu, semoga tips berikut bermanfaat ya:)






Penjelasan detail asuransi jiwa yang di ilustrasikan diatas dapat di akses di sini
Terima kasih:)
Regards
Rolan Lumbanraja, SE (OLa)
Mengedukasi dan Membuka Wawasan Seputar Asuransi
Dear Bapak Ibu, semoga tips berikut bermanfaat ya:)






Penjelasan detail asuransi jiwa yang di ilustrasikan diatas dapat di akses di sini
Terima kasih:)
Regards
Rolan Lumbanraja, SE (OLa)
Dear Bapak/Ibu, semoga kabar baik, berikut chit chat saya dengan salah satu nasabah, semoga bermanfaat:)






Untuk informasi detail manfaat Asuransi Kesehatan Murni Miultimate Healthcare silahkan klik di sini
Regards,
Rolan Lumbanraja, SE (OLa)
Menjawab pertanyaan banyak nasabah terkait kondisi wabah Covid19 saat ini ,
Apakah Ruang Isolasi Tetap ditanggung Sesuai Tagihan jika nasabah kena penyakit Wabah Covid19 ?
Jawabnya: YES, tetap ditanggung Sesuai Tagihan.
Ini yang menjadi keuntungan nasabah asuransi kesehatan Murni, Miultimate Healthcare semua Plan baik Plan JADE, EMERALD, RUBY, DIAMOND.
Bikin hati lega 🙂 Jaga jaga dimasa saat ini:)
Good news. Nasabah yang akan join MiUltimate Healthcare, yakni Asuransi Kesehatan MURNI (NON Unitlink) di bulan JULI ini akan mendapatkan langsung DISKON PREMI.
Lumayan hemat dan semakin murah:) Manfaatkan kesempatan promo ini dan dapatkan proteksi kesehatan maksimal dengan premi sangat terjangkau.
Untuk informasi detail Produk Miultimate Healthcare silahkan klik di sini https://www.klinikasuransiku.com/2017/10/03/watch-miultimate-health-care-on-youtube/

Semoga informasinya bermanfaat:)
Regards
Rolan Lumbanraja, SE (OLa)

Kalau beberapa perusahaan asuransi selama ini mengundang saya memberikan seminar kesehatan, manfaatnya dipetik oleh kedua belah pihak, baik klien asuransi maupun perusahaan asuransinya.
Klien memetik bagaimana hidup sehat dibangun, sehingga mereka tidak perlu jatuh sakit. Sedang pihak perusahaan apabila kliennya batal jatuh sakit, berarti perusahaan tidak perlu mengeluarkan pembayaran klim.
Namun ausransi bersifat seperti ban serep mobil. Ban serep menjadi sangat berarti apabila ban mobil kempis di tengah hutan malam hari jauh dari tambal ban. Ban serep menjadi dewa penolong pada situasi itu. Demikian halnya peran asuransi.
Kita tidak tahu seberapa kondisi tubuh kita sekarang. Seperti apa otobiografi tubuh kita. Sudah seberapa rusak, dan terganggu fungsi tubuh kita. Riwayat tubuh kita sejak kecil hingga kini menggambarkan kondisi tubuh kita sekarang. Makin buruk otobiografi tubuh kita, makin rentan kita untuk jatuh sakit. Kalau sekarang saja sudah telanjur berpenyakit, tentu makin berisiko terserang pelbagai komplikasi, termasuk memasuki penyakit yang tergolong penyakit kritis. Untuk alasan itulah asuransi dibutuhkan.
Kendati Anda mengantungi asuransi kesehatan, tetap saja Ada tentu tidak mau sakit. Diberi cuma-cuma Rp 400 juta untuk menjadi gagal ginjal pasti Anda tidak mau. Tapi untuk berjaga-jaga bila sampai terkena penyakit, apalagi penyakit berat, apalagi penyakit yang bisa menguras berapa pun uang dan harta kita, asuransi menjadi penyelamat.
Bukan jarang kita mendengar orang jadi jatuh miskin akibat menanggung penyakit. Lalu hidup menjadi apa artinya? Uang dan harta yang susah payah kita kumpulkan sejak muda, habis untuk menebus penyakit yang telanjur kita idap. Celakanya, belum tentu uang dan harta pun pasti sanggup menebus penyakit bila penyakitnya sudah terlampau parah.
Maka sekali lagi, paling ideal itu batalkan setiap kemungkinan jatuh sakit, dan kalau sudah telanjur sakit, kendalikan supaya tidak bertambah parah atau masuk menjadi penyakit kritis. Dan itu semua memungkinkan untuk kita lakukan.
Seminar saya bicara banyak soal bagaimana supaya Anda tidak sampai jatuh sakit. Seperti minggu lalu saya bicara di hadapan klien Manulife di Medan, kendati mereka sudah membayar premi, tetap tidak mau sakit, dan dengan mendegarkan seminar, lalu mau melakoni apa yang didengarnya, saya meniscayai mereka tidak harus berpenyakit.
Sekali lagi, mendengarkan seminar kesehatan yang selama ini saya sampaikan, bagian dari investasi hidup sehat. Bukan saja supaya Anda tidak telanjur sakit, dan harus mengeluarkan ongkos besar, terlebih memberikan peluang Anda mengulur umur lebih lama, dan masih tetap sehat.
Syukuri kalau hari ini Anda masih enak makan, enak tidur, dan masih bisa berjalan sendiri. Pertahankan itu sampai ujung hidup Anda. Namun tentu perlu upaya, tidak bisa bila tanpa melakoni semua yang saya sampaikan dalam seminar serta apa-apa yang semua saya tulis dalam buku-buku saya.

sumber tulisan dan gambar diambil dari http://ekonomi.kompas.com
DEWAN Asuransi Indonesia menetapkan 18 Oktober sebagai Hari Asuransi. Hari Asuransi mengingatkan kita betapa pentingnya perlindungan.
Mungkin banyak orang beranggapan bahwa produk keuangan yang memberikan perlindungan urusan para orangtua saja. Bagaimana dengan anak muda yang baru mulai bekerja, apakah memerlukan asuransi?
Sebaiknya kita memahami dulu apa fungsi dari asuransi. Apa sih yang dilindungi oleh asuransi, terutama asuransi jiwa?
Asuransi melindungi pendapatan kita. Setiap orang memiliki nilai ekonomis. Maksudnya, seseorang yang bekerja untuk memberikan nafkah kepada keluarganya. Dari hasil kerjanya, pergi pagi pulang malam, dia menghasilkan uang untuk keperluan keluarga.
Jika ada musibah sehingga orang tersebut cacat atau bahkan meninggal, apakah ada orang yang memberikan nafkah lagi untuk keluarganya? Jika tidak ada, keluarganya akan sulit sekali karena pencari nafkah sudah tidak ada.
Nah, jika orang tersebut memiliki polis asuransi, perusahaan asuransi akan memberikan sejumlah uang kepada ahli warisnya. Uang tunai ini dapat dimanfaatkan sebagai penganti penghasilan. Seseorang yang memiliki tanggungan, apakah tanggungan itu diri sendiri atau orang lain sebaiknya memiliki asuransi jiwa.
Bagaimana dengan kids zaman now yang mungkin baru pertama kali bekerja? Para first jobber sebaiknya sudah mulai memikirkan memiliki asuransi jiwa. Ada beberapa situasi yang mendukung anak-anak muda memerlukan perlindungan walaupun belum menikah.
Para first jobber yang belum menikah bisa jadi memiliki tanggungan, yaitu adik-adik yang masih sekolah. Atau, mendukung biaya pendidikan keponakan-keponakan.
Bukannya mau menakuti, sekarang ini risiko kematian pun mengincar anak-anak muda karena berbagai faktor. Kalau first jobber terkena risiko meninggal dunia, tentu dukungan bagi adik dan keponakan akan hilang, bukan?
Bagaimana dengan para jomblo yang tidak mendukung biaya hidup orang lain? Masihkah perlu asuransi?
Dengan memperhitungkan risiko yang sama, yaitu kematian di saat muda, uang pertanggungan asuransi bagi para jomblo dapat dimanfaatkan untuk membayar utang atau membayar biaya pemakaman. Jadi si jomblo pun tidak menyusahkan keluarganya dengan memiliki polis asuransi.
Biaya lebih rendah
Ada untungnya memiliki polis asuransi jiwa ketika masih muda. Biasanya, biaya premi yang dibebankan kepada anak muda berusia 20-an tahun jauh lebih kecil dibandingkan dengan biaya premi yang dibebankan kepada orang yang baru membeli polis pada usia 50.
Jelas saja, perusahaan asuransi memperhitungkan bahwa risiko anak-anak muda masih lebih kecil dibandingkan dengan risiko orang berusia 50-an. Misalnya saja, untuk asuransi murni (term life) dengan masa kontrak 20 tahun, premi yang dibebankan sekitar Rp 3 juta per tahun. Per tahun ya, bukan per bulan, untuk mendapatkan uang pertanggungan sebesar Rp 1 miliar. Premi ini akan lipat-lipat jika asuransi baru dibeli pada usia 50 tahun karena risiko memiliki penyakit pun sudah semakin besar.
Biaya Rp 3 juta setahun, jauh lebih kecil dari biaya minum secangkir kopi seharga Rp 30.000 setiap hari. Bayangkan, kalau dihitung biaya kopi setahun bisa sampai Rp 9,3 juta, loh.
Kebutuhan asuransi bukanlah kebutuhan statis, tetapi harus juga dikaji kembali. Misalnya, kelak jika para first jobber ini menikah dan memiliki anak, tentu kebutuhan asuransinya pun berbeda.
Percayalah, memiliki perlindungan asuransi berarti juga melindungi orang-orang yang kita cintai. Punya polis asuransi keren, kok, menandakan kita lebih bertanggung jawab terhadap diri dan keluarga.
You cannot copy content of this page